Langsung ke konten utama

Contoh Skema TF-Counseling

KASUS BERKAITAN DENGAN TF-COUNSELING

Yayan Ruhiyan adalah seorang siswa kelas XII di SMK Plus Pertiwi. Yayan mengambil jurusan Akuntansi di SMK Plus Pertiwi. Yayan memiliki keinginan atau cita-cita unutk dapat bekerja sebagai guru, namun dia tidak dapat melanjutkan studi ke SMA dan akhirnya masuk ke SMK.
Yayan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya hanya seorang buruh tani sedangkan ibunya hanya seorang pedagang sayur. Yayan adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Kemampuannya dalam bidang matematika sangat baik. Terbukti dengan dirinya pernah mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) akuntansi dan mendapat juara 2. Saat ini, dia mengalami kebingungan dalam hal memilih kelanjutan kariernya dalam hal ini studinya.

Yayan merasa sangat senang karena di SMK nya guru BK sangat memperhatikan dirinya. Yayan ingin memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan guru BK nya dalam hal memilih kelanjutan sekolahnya. Yayan sangat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi dengan mengambil jurusan Pendidikan. Padahal dirinya bisa langsung bekerja setelah lulus dari SMK. Yayan saat ini dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit. Dia sampai merasa pusing dan tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut.

Dua hal yang membuat bingung Yayan dalam menentukan kelanjutan kariernya adalah :
1.   Yayan harus mengorbankan dirinya untuk menunda masuk PT dan langsung bekerja untuk mendapat uang dan membiayai sekolah kedua adiknya.
2.   Yayan harus mengorbankan masa depan adik-adiknya untuk dirinya dapat melanjutkan ke PT karena membutuhkan uang yang tidak sedikit.




SKEMA

1.   Pembukaan
-       Konselor menjalin relasi awal dengan konseli.
-       Konselor bertanya kepada konseli apa yang bisa konselor bantu.
-       Pada akhir pembukaan konselor memberi ajakan memulai konseling.

2.   Penjelasan Masalah
-       Konseli menjelaskan permasalahannya kepada konselor secara rinci.
-       Konseli memiliki masalah terkait dengan dirinya yang bingung dalam menentukan pilihan kariernya. Konseli dihadapkan pada dua pilihan yang sulit terkait dengan kelanjutan kariernya.

3.   Analisis Masalah
  Data-data dan informasi yang dapat diperoleh dari konseli :
a.    Data pribadi :
-       Nama konseli : Yayan Ruhiyan
-       Konseli berada atau duduk di kelas XII
-       Konseli sangat senang dan mempunyai nilai akademik yang bagus di bidang matematika.
-       Konseli memiliki minat atau cita-cita menjadi seorang guru.
-       Konseli berharap dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
-       Pernah mengikuti lomba akuntansi dan mendapat juara 2.

b.   Data keluarga / sosial :
-       Konseli merupakan anak pertama dari 3 bersaudara.
-       Ayah Yayan bekerja sebagai buruh tani.
-       Ibu Yayan bekerja sebagai pedagang sayur.
-       Kondisi saat ini membutuhkan dana untuk menunjang studinya.
-       Konseli menyadari keadaannya sekarang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sulit.

c.    Konseli (Yayan) termasuk ke dalam konseli yang sudah memiliki gambaran tentang pilihan kariernya. Hanya saja dia dihadapkan pada situasi dimana Yayan harus memilih 2 pilihan untuk kariernya.

4.   Penyelesaian Masalah
Konselor memaparkan berbagai kemungkinan yang dapat dipilih oleh Yayan. Berikut adalah alternatif pilihan untuk Yayan :

1.   Melanjutkan studi ke perguruan tinggi
a.    Pro :
-       Sesuai dengan cita-citanya
-       Mendapat gelar sarjana kependidikan (guru)
-       Punya basic akuntansi

b.   Kontra :
-       Butuh biaya mahal
-       Mengorbankan kedua adiknya
-       Persaingan ketat

2.   Langsung bekerja setelah lulus SMK
a.    Pro :
-       Langsung bekerja dan mendapat uang
-       Bisa membantu biaya sekolah adiknya
-       Punya skill di bidang akuntansi

b.   Kontra  :
-       Tidak sesuai dengan keinginan Yayan
-       Tidak menjadi seorang guru

Pilihan pertama yaitu Yayan memilih melanjutkan studi ke PT namun dengan syarat membutuhkan biaya yang mahal. Yayan juga dapat mencari peluang mendapat beasiswa untuk membantu biaya perkuliahannya dimana kondisi ini akan bertentangan dengan keadaan ekonomi keluarganya saat ini.

Pilihan yang paling mungkin adalah Yayan bekerja terlebih dahulu sebagai seorang akuntan, dengan sertifikasi yang dia miliki. Dia mendapat uang dan mampu untuk membiayai sekolah adiknya. Dia juga bisa melanjutkan kuliah di PT di jurusan pendidikan.

5.   Penutup
-       Konseli diharapkan mampu memiliki sebuah keputusan yang terkait dengan kariernya.
-       Membuat ringkasan tentang proses konseling yang sudah berlangsung.
-       Konselor memberi simpulan.
-       Memberikan peneguhan kembali pada konseli tentang pilihannya.

-       Memberi semangat kepada konseli.



By : Andreas Anggoro

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tes Kepribadian 16 P.F

  TES KEPRIBADIAN 16 P.F Silakan dibaca dengan teliti. Semoga bermanfaat. a.       Deskripsi Tes 16 P.F 1. Landasan Teori Tes kepribadian Enam-Belas Faktor Kepribadian merupakan karya adaptasi dari “Sixteen Personality Factors Questionnare (16 P.F)” yang diciptakan RAYMOND B. CATTEL . Tes ini diterbitkan oleh Institute for Personality and Ability (IPAT) pada tahun 1972. Tes kepribadian Enam-Belas Faktor terdiri dari beberapa bentuk, yaitu : bentuk A, B, C, D, E, dan F. Bentuk A, B, C, dan D dapat menggunakan buku yang sama misalnya seperti dari buku form c ini. Bentuk E dan F adalah untuk individu-individu yang mengalami hambatan atau kesukaran di dalam pendidikan dan membaca. Tes kepribadian Enam-Belas Faktor dirancang untuk usia 16 tahun ke atas. Sedangkan tes kepribadia Enam-Belas Faktor yang serumpun dengan ini dirancang bagi usia-usia yang lebih muda, seperti : o    “JR-SR High School Personality Questionnare (H...

Tes Kepribadian EPPS

       TES KEPRIBADIAN EPPS Silakan dibaca dengan teliti. Semoga bermanfaat. a.       Deskripsi Tes EPPS 1. Landasan Teori Tes Edward Personal Preference Schedule atau Tes EPPS adalah sebuah tes kepribadian yang terdiri dari pilihan-pilihan jawaban dimana jawaban-jawaban tersebut mencerminkan kepribadian seseorang. Tes ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan, dan motif pada diri seseorang. Tes ini disusun oleh Edward berdasarkan teori H. A. Murray tentang kebutuhan manusia. Dalam tes EPPS ini tidak ada jawaban yang bernilai benar atau pun jawaban yang bernilai salah. Tes ini hanya dilakukan untuk mengetahui atau mengungkap kecenderungan, dorongan-dorongan, kebutuhan yang dimiliki seseorang. Psikotes EPPS ini termasuk dalam tes kepribadian yang objektif. Berikut adalah ciri-ciri dari tes EPPS. 1.    Tidak ada batasan waktu yang diberikan dalam pengerjaan tes. 2. ...

Makalah Pengelolaan Kelas

MAKALAH PENGELOLAAN KELAS

Verbatim Kasus DI

Kita tahu bahwa dalam perkembangannya, kasus yang dihadapi oleh konseli dalam proses konseling semakin dinamis dan kompleks. Peranan seorang konselor dalam membantu menyelesaikan permasalahan konseli menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, hal ini berkaitan dengan cara atau pendekatan yang digunakan oleh konselor dalam proses konseling. Berikut ini adalah contoh verbatim tentang kasus DI ( Decision Making for Interview ).

Memahami Diri Sebagai Pribadi

Manusia adalah pribadi yang unik. Manusia berbeda antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan dari segi fisik sampai psikis ada semua. Namun satu hal yang pasti, dimana manusia terlahir dengan berkat dari Allah berupa potensi-potensi.  Manusia diciptakan Kiri dengan anugerah dari Allah berupa kemampuan yang dapat terus untuk dikembangkan. Ada manusia yang telah sadar akan potensi yang dimilikinya. Namun tidak sedikit pula yang belum atau bahkan tidak menyadari potensi yang dimilikinya.